Profil Perusahaan

Perumda Air Minum Tirta Bengkayang

Melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Bengkayang sejak proyek Riam Madi diresmikan pada tahun 2005.

2005
Tahun Diresmikan
9.830+
Sambungan Rumah
100 l/det
Debit Air Riam Madi
17
Kecamatan Dilayani

Sejarah Perumda Air Minum Tirta Bengkayang

Keberadaan air untuk kebutuhan minum, masak, mandi dan lain-lain merupakan hajat hidup orang, masyarakat, dimanapun berada. Kota Bengkayang tumbuh dan berkembang sesuai perubahan dan perkembangannya yang dulunya hanya ibukota kecamatan pada tahun 1999 menjadi ibukota kabupaten, dengan adanya Undang-Undang nomor 10 tahun 1999 Tentang Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Fasilitas untuk melayani kebutuhan publik yang belum ada, harus diadakan. Fasilitas kebutuhan publik untuk air bersih pada saat masih berada pada masa Kabupaten Sambas, ialah air bersih yang ditangani oleh PDAM Kabupaten Sambas yang berada di Bengkayang, berupa sumber air dari Riam Budi. Konsumennya terbatas, debit air juga kecil, tidak mampu mengatasi kebutuhan masyarakat Kota Bengkayang saat itu, apalagi pelayanan yang berkembang dan bertambahnya rumah-rumah, bangunan, dan fasilitas pemerintah dengan ada bertambahnya keberadaan instansi di ibukota Kabupaten Bengkayang.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menyikapi keadaan untuk tersedianya air bersih yang memadai dan mencukupi, melakukan langkah-langkah mempelajari cara mengatasi masalah kebutuhan air bersih tersebut. Potensi yang tersedia untuk kebutuhan air bersih ada beberapa pilihan yakni air sungai, sumur, atau air dalam tanah, air hujan, atau air dari gunung yang dapat dialirkan untuk sumber air bersih. Pilihannya adalah mempelajari sumber air dari gunung dan riam yang cukup tersedia di daerah ini.

Hasil Survei Sumber Air Baku

Sumber Air Lokasi Hasil Penelitian
Riam Budi Kecamatan Sungai Betung Tidak memenuhi syarat debit air
Riam Madi (Terpilih) Kecamatan Lumar Memenuhi syarat, jarak ±26 km
Riam Marum Kecamatan Sanggau Ledo Debit berlebih, jarak ±70 km

Akhirnya disepakati dan dipilih sumber air Riam Madi di Kecamatan Lumar sebagai sumber air bersih untuk Kota Bengkayang. Pada tahun 2003 dilakukan penelitian lebih detail terhadap pilihan tersebut, sehingga dianggarkan dalam APBD Kabupaten Bengkayang untuk biaya penelitian, konsultan, dan anggaran fisik proyek air bersih Riam Madi.

Lini Masa Sejarah

Perjalanan dari kebutuhan dasar air bersih masyarakat Bengkayang hingga menjadi Perumda Air Minum Tirta Bengkayang yang kita kenal sekarang.

2003

Proses Proyeksi & Survei Teknis

Survei dilakukan oleh Ir. Kusdinar M. Kartasasmita dari Konsultan Perencanaan PT. Karya Adi, menemukan sumber air baku di Riam Madi, Dusun Madi, Desa Tiga Berkat, Kecamatan Lumar. Elevasi intake dan weir +504,70 mdpl, menghasilkan debit Q = 100 l/det.

28 Okt 2003 — 10 Feb 2005

Pelaksanaan Proyek oleh PT. Batur Artha Mandiri

Dikerjakan selama 476 hari kalender (68 minggu), dengan nilai proyek Rp 42.463.305.920 (Empat Puluh Dua Miliar Empat Ratus Enam Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Lima Ribu Sembilan Ratus Dua Puluh Rupiah). Diresmikan pada tahun 2005 oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Usman Japar.

2005 — 2006

Penyerahan & Pengelolaan Awal Proyek

Proyek diserahkan Pimpinan Proyek kepada Bupati Bengkayang (2005), lalu ke Dinas Pekerjaan Umum (2006). Karena belum ada lembaga khusus, pengelolaan diserahkan ke PT. MBM (Bengkayang Membangun Mandiri) pada 2007, dibentuk berdasarkan Perda No. 20 Tahun 2001, dipimpin Direktur Utama MJ. Akien Alif, SE., MM (SK No. 34 Tahun 2004).

2006 — 2007

PT. MBM Memasang Sambungan Rumah

PT. MBM (modal Rp 500.000.000 dari Pemda) memasang 1.236 SR hingga Juli 2006, mengatur biaya pemasangan sesuai SK Bupati No. 65.A Tahun 2005, serta membenahi administrasi dan pelayanan teknis. PT. MBM bertugas sebagai pelaksana awal, bukan badan usaha air bersih permanen.

31 Mei 2006

Evaluasi & Pembentukan PDAM

Tugas PT. MBM dihentikan melalui SK Bupati No. 129 Tahun 2006 (mencabut SK No. 58.A Tahun 2005). Pengelolaan sementara ditangani Dinas PU (Subdin Cipta Karya) bekerja sama dengan Bagian Bina Pembangunan Setdakab, dengan 9 tenaga teknisi terlatih.

3 Mei 2006

PDAM Mulai Beroperasi

Bupati menerbitkan SK No. 114 Tahun 2006 tentang Penunjukan Sementara Direktur PDAM. PDAM beroperasi di belakang Gedung Pancasila Jl. Ngura Bengkayang, lalu pindah ke Jl. Bambang Ismoyo No. 15 (2007). Karena Perda PDAM belum ada, masih menggunakan Perda No. 23 Tahun 2003 Tentang Pendirian PDAB.

Agustus 2006

Mulai Menerima Pembayaran Rekening Air

Biaya pemasangan SR (SK Bupati No. 65.A/2005): Dalam Kota Bengkayang Rp 645.000, Desa Tiga Berkat Rp 315.000. Sejak 1 Oktober 2007, tarif dalam kota naik menjadi Rp 750.000 menyesuaikan kenaikan harga material. Pada 15 Mei 2008, PDAM menerima pinjaman 1 unit kendaraan Pick Up (No. Polisi KB. 8021 K) untuk operasional.

3 Januari 2020

Wardi, S.Si Menjadi Direktur Definitif

Setelah Ir. Supryadi menjabat sebagai Plt. Direktur, Wardi, S.Si ditetapkan sebagai Direktur definitif melalui SK Bupati No. 06/SETDA/Tahun 2020. Sampai 31 Desember 2020, jumlah Sambungan Rumah pelanggan mencapai 9.830 SR.

19 November 2020

Berganti Nama Menjadi Perumda

Berdasarkan Perda Kabupaten Bengkayang No. 9 Tahun 2020, PDAM Kabupaten Bengkayang resmi berubah nama menjadi Perumda Air Minum Tirta Bengkayang Kabupaten Bengkayang.

Pekerjaan Pemeliharaan yang Telah Dilakukan

🔧

Penggantian scrainer/saringan Intake Madi

🧹

Pencucian pasir lambat setiap 3 bulan sekali

🔗

Penyambungan pipa yang terkena hantaman eksavator (proyek pelebaran jalan)

🪨

Penggantian kerikil sebagai media penyaringan di IPA Madi

🛠️

Perbaikan-perbaikan jaringan sambungan rumah sesuai dengan laporan pelanggan

Profil Kabupaten Bengkayang

Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia sehingga menjadi salah satu garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan terdiri dari berbagai suku yang mendiaminya diantaranya suku Dayak, Melayu, Tionghoa, dan suku-suku lainnya yang ada di Indonesia.

5.396,30 km²
Luas Wilayah Total
17 Kecamatan
2 Kelurahan, 122 Desa
1999
Tahun Berdiri (UU No. 10/1999)

Sejarah Pemekaran Wilayah Administratif

Kabupaten Bengkayang dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Sambas yang pada Tahun 1999 dimekarkan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999. Telah terjadi 5 (lima) periode kepemimpinan Bupati:

Periode Bupati
1999 – 2005Drs. Yakobus Luna, M.Si
2005 – 2010Drs. Yakobus Luna, M.Si
2010 – 2015Suryadman Gidot, S.Pd., M.Pd
2016 – 2021Suryadman Gidot, S.Pd., M.Pd
2021 – 2024Sebastianus Darwis, SE., MM

Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini merupakan bagian dari Afdeling Van Singkawang, mencakup Onder Afdeling Singkawang, Bengkayang, Pemangkat, dan Sambas, serta Daerah Kerajaan Mempawah dan Pontianak. Setelah Perang Dunia II, dibentuk Kabupaten Sambas dengan 4 kawedanan: Singkawang, Pemangkat, Sambas, dan Bengkayang. Berdasarkan UU No. 27 Tahun 1959, terbentuk Kabupaten Sambas yang mencakup seluruh wilayah Bengkayang. Pada 20 April 1999, melalui UU No. 10 Tahun 1999, Bengkayang resmi terpisah dari Kabupaten Sambas, dan pada 27 April 1999, Bupati pertama diangkat: Drs. Jacobus Luna, M.Si, dengan wilayah meliputi 10 kecamatan.

Riwayat Pemekaran Kecamatan

2001

UU No. 12 Tahun 2001 membentuk Pemerintahan Kota Singkawang — 3 kecamatan dilepas, Bengkayang tinggal 7 kecamatan.

2002

Bertambah jadi 10 kecamatan dengan pembentukan Kecamatan Monterado, Teriak, dan Suti Semarang.

2004

Dimekarkan jadi 14 kecamatan dengan tambahan Kecamatan Capkala, Sungai Betung, Lumar, dan Siding.

2006

Dimekarkan kembali jadi 17 kecamatan (kondisi saat ini) dengan tambahan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Lembah Bawang, dan Tujuh Belas.

Kondisi Geografis

Secara geografis, Kabupaten Bengkayang terletak di 0°33'00" Lintang Utara sampai 1°30'00" Lintang Utara dan 108°39'00" Bujur Timur sampai 110°10'00" Bujur Timur. Luas wilayah kurang lebih 53.963.000 Ha (3,68% dari luas Provinsi Kalimantan Barat). Luas wilayah laut sejauh 12 mil laut adalah 102.672 Ha, dan sejauh 4 mil laut adalah 18.400 Ha. Panjang garis pantai dari Sungai Duri sampai Tanjung Gondol ±68,5 km, dan perbatasan negara sepanjang 76,564 km.

Utara
Serawak (Malaysia) & Kab. Sambas
Selatan
Kabupaten Pontianak
Barat
Laut Natuna & Kota Singkawang
Timur
Kab. Sanggau & Kab. Landak

Wilayah Administrasi — Data Desa/Kelurahan per Kecamatan (2020)

Wilayah Kabupaten Bengkayang semula terdiri dari 9 kecamatan. Pasca dimekarkannya Kota Singkawang (2001) dan penetapan RTRW 2001–2010, saat ini terdiri dari 17 kecamatan, terbentuk dari 2 kelurahan dan 122 desa.

Data Lengkap 17 Kecamatan

Sumber: Kabupaten Bengkayang Dalam Angka 2021. Jagoi Babang merupakan kecamatan terluas (655 km² / 12,14%), sementara Capkala terkecil (46,35 km² / 0,86%).

Ingin tahu lebih lanjut tentang layanan kami?

Lihat info layanan, tarif, dan prosedur pemasangan baru.

Lihat Info Layanan
Tirta Asisten Virtual PDAM

Halo! Saya Tirta, asisten virtual PDAM Bengkayang. 👋
Ada yang bisa saya bantu seputar layanan PDAM?